Kali ini gw gak akan nulis banyak, cuma mo cerita sedikit kalo kita alhamdulilah udah di Scotland, seminggu aja di sini trus langsung pulang ke Spanyol. Nico, Scott dan gw sehat kecuali Kian yang entah kenapa seluruh badannya merah2.
Kasihan lihatnya, udah dipakein berbagai macam anti rash cream , tepung maizena, medicated skin powder tetep gak mempan. Mungkin dia gatal2 karena alergi sesuatu, gw makan makanan yg gak gw biasa makan di sini waktu liburan di Indo, jadi dia kena alerginya lewat ASI, atau bisa juga karena faktor cuaca panas di Indo, atau debu karena rumah di Bedugul pas lagi direnovasi.

Rencananya hari senin baru mau bawa ke dokter, agak terlambat soalnya udah hampir sebulan kondisinya kayak gini. Gw pikir akan membaik gak tahunya malah tetap aja gak berubah sampai sekarang. Mudah2an aja Kian bisa sembuh cepat, kulitnya kembali sehat lagi..amin.

Rumah di Bali saat kita tinggal kemarin masih belum selesai direnovasi, jadi sebelum balik kemarin kita tinggalin daftar pekerjaan dan sejumlah uang ke tukangnya. Oh ya, akhirnya kita sempat juga bulan madu ke dua di Kuta, sayang cuma semalam karena gak tega ninggalin Nico dan Kian lama2 sama bapak dan ibu. Terus reuni sm temen2 SMKK 2 Pakubuwono (SMKN 30), kangen2an sama Temmy dan Vita ..seru banget :-)

Sempat jalan2 ke beberapa mall di Jakarta sama Scott dan terkaget2 lihat harga2 di sana, kayaknya gak ada krisis di Indo. Harga baju, sepatu, tas harganya gak masuk diakal. Baju biasa aja harganya hampir sama dengan UMR sebulan, ck..ckk.. lebih mahal banyak, harga berjuta2 gitu rame lagi banyak yg beli. Ini terbukti dengan menjamurnya butik2 milik designer luar negeri.
Jakarta udah dikepung sama mall, jarak 1-2 km ..eh..udah ada mall lagi. Heran, apakah bertambahnya mall2 ini dibarengi dengan naiknya kemampuan beli masyarakat? atau mall tambah banyak, tapi yang beli sich itu2 juga. Atau mungkin juga karena banyak social climber, jadi berusaha beli barang bermerk mewah untuk masuk ke social circle yang lebih posh?

Pembangunan mall2 lebih pesat dibandingkan pembangunan fasilitas rakyat. Yang keliatan di depan kita tuh orang2 pada belanja, belanja, belanja. Prihatin gw lihat perilaku konsumtif bangsa kita. Masalahnya yg laku adalah produk luar bukan produk dalam negeri. Gampangnya, kita eksport barang kita untung, kita import barang kita rugi. Apa kita mau perekonomian kita dikuasai sama barang import?

Citra diri buat orang indonesia itu sangat penting, sehingga sudah menjadi budaya bahwa barang belanjaan dijadikan simbol status. Beli barang berdasarkan gengsi dan gaya2an aja, bukan fungsi dan kebutuhan lagi. Pemerintah, pengusaha yang bikin mall dan oknum sich seneng dengan bertambahnya mall2 (baca : outlet2 merek asing/butik2 mewah) soalnya jadi banyak pajak yang masuk.

Ironis sekali dibelakang atau dekat mall2, gedung dan apartemen mewah yang berdiri, ada banyak perkampungan kumuh, sudah semestinya Pemda Jakarta peka terhadap masalah seperti ini. Bangun taman-taman kota yang ramah lingkungan sehingga kita bisa menghirup udara bersih.
Orang tua banyak yang "rekreasi" dengan anak2nya di mall saat akhir pekan, ini karena memang gak ada taman2 kota. Bukankah lebih baik menghabiskan waktu bersama keluarga di taman, rekreasi sekaligus mendidik anak dengan cara mengajarkan anak tentang keindahan alam, mensyukuri indahnya karunia yang telah Allah berikan, dan mengajarkan anak tanggung jawab memelihara kebersihan taman.

Selain itu taman2 kota seperti yg kita tahu berfungsi sebagai daerah resapan air untuk mencegah bencana banjir. Tata kota Jakarta sepertinya tidak seimbang, kawasan komersial semakin melebar dan pemukiman penduduk serta ruang terbuka hijau semakin tergusur.
Semakin menjamurnya pusat perbelanjaan mewah ini juga membuat kesenjangan antara si kaya dan si miskin semakin terlihat besar. Yang dibutuhkan oleh Jakarta bukan mall lagi tapi sarana umum salah satu contohnya seperti yg gw tulis diatas taman kota yang ramah lingkungan dimana si kaya dan si miskin bisa membaur jadi satu dimana kita bisa sama2 menikmati.
Duh tiba2 jadi inget pas liburan kemarin nonton acara bedah rumah dan tolong di TV sampe nangis sedih banget, lihat orang2 yg tinggal di gubug, makan aja susah, besok belum jelas mo makan apa, ada yang harus jalan jauh hanya untuk mendapatkan air bersih, anak2 yang musti melewati sungai, hutan, jalan becek licin untuk sekolah :-(

Ditambah lagi cerita dari supir taksi yang bilang ke gw kalo anaknya yang umur 2 minggu, masih ditahan di RS karena masih harus nebus biaya 400 ribu lagi. Gak percaya, hal seperti itu ternyata masih terjadi di Indonesia. Ngenes dan terharu dengernya...semoga di tahun2 ke depan semakin baik... aminn...


















0 comments:
Post a Comment
This is a do follow site.Make google to crawl your site faster by leaving comments here with a link back to your blog.
No spam comments! All comments must be relative to the blog post.