Video porno dan seks bebas

Share

Heboh banget video pornonya Ariel sampai diberitakan di Amerika dan Afrika selatan. Kasus video porno "mirip" Ariel , Luna Maya dan Cut Tari membuktikan bahwa seks bebas semakin meningkat di Indo. Gw sudah bosan denger kata mirip, sudah hampir sebulan tapi kasusnya belum selesai2.

Mereka lamban banget merespon berita dan membiarkan diri menjadi bahan ejekan khalayak ramai. Setelah lama baru keluar akhirnya karena didesak masyarakat dan dapat panggilan dari kepolisian karena diam-nya mereka meresahkan masyarakat, menteri bahkan presiden pun turun tangan minta kasus diusut tuntas. Menurut gw pribadi, kalo memang mereka pelakunya, ngapain nunggu bukti dari pihak kepolisian. Kalau memang benar mereka, yach mengaku saja, manusia tidak luput dari kesalahan. Kalo tidak, katakan tidak, susahnya dimana sich?

Image credit : google.com
Video itu menunjukan adanya pergeseran nilai di masyarakat mengenai seks, yang dulu dianggap tabu sekarang sepertinya adalah hal biasa. Moral bangsa anak2 muda sepertinya sudah rusak,


pasangan yang belum menikah tapi sudah melakukan hubungan layaknya suami istri. Berharap polisi bisa segera menemukan si penyebar video dan menuntaskan kasus ini. Entah itu dipenjarakan, disembuhkan (menurut dr. Boyke tokoh pria di video itu mengidap penyakit kelainan seksual), atau ditatar supaya lebih baik, berhubungan seks sesuai dengan nilai2 moral dan agama.

Kasus ini membuat kita sadar bahwa inilah kenyataan yang sebenarnya terjadi pada anak2 muda, harapan masa depan bangsa. Sangat memalukan mengingat kita adalah orang timur, yang terkenal dengan penduduknya yang berbudi pekerti luhur, sopan santun, menjunjung tinggi norma2 agama,adat dan budaya. Kasus video porno pada anak2 SMP dan SMA di negeri kita meningkat setiap tahunnya, ini sangat memprihatinkan.

Seks bebas di kalangan remaja merupakan tanggung jawab kita bersama. Mereka adalah calon pemimpin bangsa yang harus kita bina mental dan moralitasnya. Kurangnya informasi dari sekolah dan orang tua selama ini mendorong mereka untuk mencarinya melalui situs2 video porno, komik dewasa, majalah dewasa, dan tayangan TV yang menggambarkan gaya hidup barat membuat remaja mengabaikan nilai2 moral. Lihat saja foto2 remaja di facebook dengan pacar mereka berciuman, pelukan, gendong-gendongan seperti sudah lumrah saja.

Mendekati perzinahan saja tidak boleh apalagi melakukannya. BERHUBUNGAN SEKS SEBELUM MENIKAH ITU DOSA HUKUMNYA DAN KITA TAHU SENDIRI RESIKO HUBUNGAN SEKS BEBAS. Malu rasanya lihat video mesum seperti ini, seolah2 hal seperti ini adalah hal yang wajar saja saat ini.

Semoga saja perbuatan mereka ini tidak ditiru penggemar mereka yang masih labil yang notabene ABG, segala potongan rambut, baju, gaya ngomong ditiru..dan seks bebas.. duh jangan sampe dech.

Tugas kita menghimbau dan menanamkan pendidikan seks dan moral sejak dini agar mereka tidak salah jalan. Jangan sampai baru sadar ketika hal buruk itu sudah terjadi, sehingga yang tersisa hanya penyesalan..gak ada gunanya, waktu tidak dapat diputar walau sedetik pun! Oleh karena itu adik-adik ABG berhati-hatilah dalam bergaul.

Tidak ada manfaat yang diperoleh dari hubungan seks bebas. Apa yang mo dibanggain sich, ini biasanya seperti mata rantai, saling berhubungan, coba2 minum alkohol, coba2 obat terlarang, cium2an dikit, cium2an banyak,dan berhubungan seks dech. Jadi sebaiknya memang jangan pernah mendekati, pilih2 teman dalam bergaul hanya yang baik saja, yang saling mengingatkan kita untuk selalu berada di jalan yang lurus.

Gak usah takut dibilang gak keren, gak gaul, gak modern belum pernah nyoba ini itu. Mereka itu yang merasa modern karena mengikuti arus hidup bebas, sebenarnya gak sadar telah menjerumuskan diri mereka sendiri kepada kehancuran. Untuk adik2 ABG yang belum tahu, seks bebas sangat tidak layak dilakukan mengingat resiko yang sangat besar, banyak sekali bahaya dan ruginya seks bebas, misalnya :

1. Terkena penyakit seksual menular seperti herpes, HIV AIDS yang belum ada obatnya, Raja singa, dan penyakit lainnya.

2. Hamil di luar nikah akan menimbulkan masalah baru. Bisa2 sekolah dan kuliah terhenti, cita2 tidak tercapai. Punya anak itu untuk selamanya, bukan barang yang bisa dibeli dan dibuang begitu saja kalo gak suka (aborsi). Pertanggungan kepada Allah atas titipan-Nya, jangan disepelekan.

3. Hamil dan melahirkan di usia dini sangat beresiko.

4. Karena sudah terlanjur hamil terpaksa menikah di usia muda. Seharusnya masih usia belajar terpaksa harus memikirkan masalah keuangan, sang cowo harus putus sekolah dan mencari uang untuk menghidupi kebutuhan keluarga.

5. Nama baik keluarga akan tercoreng, banyak keluarga yang terpaksa harus pindah ke luar kota karena tidak kuat menanggung malu. Banyak juga yang diusir dari rumahnya oleh orang tuanya, karena telah membuat malu keluarga.

6. Apabila dihamili dan pasangan tidak mau bertanggung jawab,maka akan banyak pikiran buruk datang seperti ingin aborsi, bunuh diri, berpikir tidak rasional yang mengakibatkan gangguan mental.

7. Aborsi sangat berbahaya, dan beresiko kemandulan bahkan kematian.


Biasanya mereka yang tidak ingin bertanggung jawab ini memiliki alasan : kalo loe aja gampang begituan ama gw, pasti loe juga gampang begituan sama yang lain. Jadi itu belum tentu anak gw, sorry yach .. bye.. nach tinggal si cewe dech nangis menyesal, gak ada gunanya, makanya jangan sampe jadi cewe gampangan. InsyaAllah kalo kita baik, Allah akan menjodohkan kita dengan yang baik pula.

Bahaya seks bebas bukan hanya mengintai kaum remaja, tapi juga pasangan yang sudah berumah tangga. Pada orang yang telah menikah, seks bebas dilakukan karena mereka mungkin hanya sekedar having fun, ingin mendapatkan variasi dan sensasi seks untuk mengatasi kejenuhan kerja. Bagi pasangan yang sudah menikah resikonya adalah :

1. Rumah tangga hancur akibat perselingkuhan
2. Tertular penyakit menular seksual, dan istri/suami yg baik jadi tertular karena kebinalan mereka ini
3. Anak2 menjadi kurang perhatian dari orang tuanya, akibatnya sekolah bisa berantakan, anak mendapatkan contoh moral yang tidak baik dari orang tuanya

Kalo ada yang bilang, kan semuanya bisa dicegah pake kondom. Kondom tidak 100% menjamin dapat mencegah diri kita dari AIDS, penyakit menular seksual dan kehamilan. Selalu ada kemungkinan terjadi kesalahan entah itu dalam pemakaian, misalnya sobek karena gesekan dan pemakaian yang tidak tepat atau terdapat kebocoran/lubang kecil karena kesalahan dari pabrik dalam memproduksi.

Image credit : google.com
Misalnya ada pertanyaan : Siapa yang mo pake kondom untuk mencegah terkena virus HIV ? para pelaku seks bebas mungkin akan tunjuk tangan semua. Pertanyaan kedua sekarang : Siapa yang mo pake kondom setelah tahu bahwa pasangannya mengidap HIV positif ? Gw rasa mereka para pelaku seks bebas gak bakal ada yang tunjuk tangan. 


Ini menandakan bahwa sebenarnya, kondom hanya dapat mengurangi resiko bukan mencegah. Sangat tidak pantas kalo kita menggantungkan hidup  pada suatu benda  yang namanya kondom. 

Yang perlu diketahui lagi pori-pori karet lateks yang menjadi bahan pembuatan kondom adalah 0,003 mm, sedangkan ukuran virus HIV AIDS adalah 0,000001 mm, perbandingan yang sangat jauh, jadi sangat mungkin virus masuk lewat kondom. 


Belum lagi cerita beberapa teman, tetangga yang bilang sudah pake kondom, pil, sistem kalendar, spiral dll kok tetap hamil ..apapun yang kita pakai, kalo Allah berkehendak yach terjadilah. Jadi pilihan paling aman dan benar adalah .. tunggu! 


Apa susahnya sich menunggu..InsyaAllah kalo hati dan pikiran kita kuat untuk tidak menodai diri kita dari hal2 tercela seperti melakukan seks bebas, kita tidak akan terjerumus. Kalau punya pikiran kotor, segera sibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat. 

Kalo aja gw boleh berandai2 bahwa di dunia ini bersih, hanya orang2 yangs udah menikahlah yang boleh melakukan hubungan seks dan mereka masing2 setia dengan pasangannya betapa indah dan damainya dunia. Gak ada berita anak2 aborsi, bayi dibuang di sungai, berita perceraian dan pembunuhan karena perselingkuhan, berita pesta seks gonta ganti pasangan, gak ada berita ibu muda meninggal karena pendarahan banyak ketika aborsi, tidak ada perempuan yang hamil tanpa suami, penyakit menular juga gak bakal ada wong perawan sama perjaka ketemu dan saling setia, mo darimana penyakit seksual masuk.

Kurikulum pendidikan seks di sekolah-sekolah selama ini sepertinya kurang cukup dalam menanggulangi seks bebas di kalangan ABG. Oleh karena itu, peran orangtua menjadi sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai moral, etika, hukum dan agama sejak dini, hingga seks bebas di kalangan remaja sedemikian rupa dapat dihindari.

Yang dikhawatirkan adalah pengaruh teknologi informasi yang tak terkendali membuat remaja lebih mudah mengakses pengetahuan tentang seks lewat situs porno di internet, majalah porno, DVD porno yang dijual dipinggiran jalan bahkan katanya komik anak2 banyak juga yang diselubungi oleh cerita dewasa.

Satu hal lagi yg gw mo ingetin buat adik2 ABG yang baca tulisan ini adalah hindari mengkonsumsi narkoba dan alkohol yang merupakan jalan pintas ke seks bebas. Gw katakan begitu karena obat2an dan alkohol mengandung bahan adiktif yang membuat orang ketagihan, untuk lagi dan lagi.. sehingga pada akhirnya mabuk, tidak sadar dengan apa yang dilakukannya, disinlah seks bebas biasanya tidak bisa dihindarkan lagi. Semoga adik2 cerdas, bisa melihat dan memilih mana yang benar dan sebaiknya dilakukan. Yang menentukan masa depan adalah adik2 sendiri.

Salam, 
Sari






14 comments:

Anonymous said...

terlalu banyak tayangan tivi indo yang gak baik, mendidik dan berbobot,dari sinetron nya trus film2 lokal yang beredar di bioskop.
waktu gue cuti hamil trus pulkam ke jakarta,Masyaallah beritanya gak jauh dari pembunuhan,pemerkosaan sama korupsi yg gak ada mati nya,
gue sayang sekali indonesia,semoga pemerintah menjalankan tugas nya dgn benar,bersih,sayangi rakyat,berikan tontonan yg terbaik agar moral kita menjadi bertambah baik ;)

Sari said...

@ Septi dan Diah : Makasih buat jempolnya :-)

@ Anonymous : Betul, waktu mudik kemarin juga nonton TV isinya banyak yg gak bermutu, banyak sinetron dan program gosip dari mulai perselingkuhan, perceraian dan isi gak penting lainnya. Judul fim bioskop semakin gak bermutu, kayak "hantu puncak datang bulan" dan "suster keramas" .. ANEH!


Korupsi emang gak ada matinya di Indo, dari yang kecil sampai yang besar, malah makin parah..menyedihkan! Semoga ada perubahan yg lebih baik di segala bidang di Indonesia tercinta :-)

Anonymous said...

Kalo punya anak dijaga biar gak ngerusak masa depan anak org. Jangan anak perempuan terus yg disalahkan. It takes two to tango, it takes to get laid. Jadi anak laki juga kudu DIAJARIN sama org tuanya utk gak sembarangan menggunakan alat kelaminnya!

Sari said...

Setuju :-) Mari kita lindungi anak2 kita dari pengaruh2 buruk di TV, internet dan media lainnya, ajarkan anak tentang seks sesuai dgn nilai2 moral dan agama.

Tapi kita saja tidak cukup, lingkungan dan pemerintah juga bertanggung jawab, dan harusnya menindak tegas pelaku pornografi di tempat umum, seperti ini salah satunya : http://www.youtube.com/watch?v=NT0Z25J5sPE&feature=related

Ronald Nicolasp said...

Betul mbak komentar Anda dari satau topik Kompasiana serta yang ada di blog ini perlu terus disosialisasikan karena cukup banyak penganut pomiskuitas seks di negeri Indoneisa niih http://muda.kompasiana.com/2011/01/26/seks-pranikah-akankah-memantapkan-hubungan/

Sari said...

Saya barusan kunjungi link yang Ronald kasih, tulisan yang sangat menarik, saya sependapat dengan anda !

Oh, ya,. terima kasih sudah mampir ke blog saya ya Ronald . Tulisan ini sudah saya modifikasi sehari setelah vonis untuk Ariel dijatuhkan http://widasarisaraswati.blogspot.com/2011/02/vonis-ariel-video-porno-dan-seks-bebas.html


Salam hangat,
Sari

ayano rosie said...

saat ini ga ada lagi vilter untuk sebuah tontonan....

Sari said...

@ Ayano Rosie : betul sekali, sepertinya lembaga2 terkait (film dan televisi) kurang peduli akan dampak yang bisa terjadi pada anak-anak dibawah usia yang secara psikologis sedang dalam proses pembentukan kepribadian.

Penurunan moral ini saya pikir termasuk salah satu kesalahan mereka karena meluluskan film-film mistik dibalut cerita porno yang semakin hari semakin banyak.

Mereka ini juga tidak tegas menindak / menyetop para produser film yang lebih memikirkan untung yang didapat daripada memikirkan dampak buruk dari film2 yang mereka produksi.

Oh ya, saya barusan mempir ke websitenya, bagus-bagus sekali tulisannya, terutama puisi-puisinya :-)

herizal alwi said...

Menjamurnya lokalisasi, warung remang-remang, hotel “short time” atau losmen “esek-esek”, salon plus plus, panti pijat plus, sauna plus, karaoke plus plus, atau diskotek dengan layanan khusus/VIP, setidaknya bisa dijadikan cermin perilaku (seks) masyarakat kita. Layaknya hukum dagang yang mengacu pada permintaan dan penawaran, demikian juga yang terjadi dalam layanan plus-plus. Tingginya jumlah pria hidung belang, maka menjamur pula wanita jalang pemburu uang.

“Industri” seks pun merambah berbagai profesi: kapster, SPG, conter girl, sales marketing, hostes, caddy, bartender, waitress restoran, scoregirl, sekretaris, fotomodel, peragawati, artis, mahasiswi hingga siswi, siap menjadi gadis-gadis order, yang siap “dibawa” para “kumbang”.

Terjunnya mereka di dunia seks komersial umumnya dilatarbelakangi ekonomi, meski ada juga yang awalnya yang “terlanjur” karena pernah jadi korban “lelaki”. Bahkan, faktanya dalam hal melacurkan diri ini, kini bukan hanya persoalan perut, bukan soal “menafkahi” keluarga, namun sudah perkara memenuhi gaya hidup. Hedonisme menjadikan mereka memburu kesenangan belaka. Asal bisa gonta ganti hp dan kendaraan, membeli busana bermerek dan aksesori mahal, mereka rela mengorbankan kehormatan diri atau menjadi simpanan bos-bos dan om-om.

Tuturan di atas baru sebatas “jual beli”. Yang melakukan seks atas dasar suka sama suka, sex just for fun, atau sekadar mencari kepuasan pribadi, tentunya lebih banyak. Remaja/wanita hamil di luar nikah ada di kanan kiri kita, perselingkuhan sudah sering kita dengar, video mesum juga sudah bukan berita heboh lagi. Masyarakat seakan sudah abai atau malah justru permisif. Jika dahulu orang tua seperti dicoreng aibnya ketika anak perempuannya hamil di luar nikah, sekarang banyak orang tua yang justru bersikap biasa saja, bahkan cuek.

Pacaran zaman sekarang juga jauh lebih “canggih”, karena remaja sekarang lebih paham tentang hal-hal yang terkait reproduksi, bahkan paham bagaimana menghindari cara dan waktu berhubungan seks yang berpotensi kehamilan.

Tak berhenti hingga di sini. Seks bebas juga berkembang menjadi perilaku seks menyimpang: pesta seks, arisan seks, private party, incest (hubungan seks sedarah), hingga homoseksual. Lebih ironis, komunitas “maho” (manusia homo) berkedok demokrasi seks malah melembaga di negeri ini, mewujud dalam organisasi GAYa NUSANTARA.

Padahal, yang namanya kasus-kasus menyimpang soal seks seperti fenomena gunung es; di permukaan saja sudah memiriskan hati, apalagi yang tidak tampak. Perkembangan teknologi (TV, internet, HP, dsb) yang mengekspos budaya mempertontonkan aurat menjadi sarana “ampuh” dalam menimbun hasrat seksual para remaja. Alih-alih disalurkan pada tempatnya (baca: menikah), yang terjadi, kejahatan seksual seperti pemerkosaan dan sodomi, malah merebak di mana-mana.

Sistem pendidikan yang menempatkan agama sebagai suplemen, menjadikan anak bangsa ini miskin ilmu dan iman. Hal ini juga didukung dengan lemahnya pengawasan orang tua dan minimnya amar ma’ruf nahi mungkar.

Ironi memang sedemikian bebasnya seks bebas di negeri yang mayoritas muslim ini. Bagi orang tua yang membiarkan putrinya bebas bergaul dengan laki-laki, bagi “ustadz-ustadz cinta” yang menghalalkan pacaran, bagi “dai-dai gaul” yang diam seribu bahasa dengan maraknya perzinaan di negeri ini, sadarlah, seks bebas mengepung kita!

Komentar:

Hendaklah kita bertaqwa kepada Allah, kemudian membentengi diri dan keluarga kita dari perbuatan keji dan mungkar. Ya Allah jauhkanlah kami dan keluarga kami dari perbuatan keji dan mungkar, baik yang nampak maupun yang tersembunyi.

Sari said...

Pak Herizal Alwi, saya 100 % setuju dengan hal yang Anda tulis. Terima kasih atas komentar panjangnya ya :-)

Saya baru saja mampir ke website Bapak, http://herizalalwi.blogspot.com/ Saya suka blognya! Sangat informatif dan kualitas foto2 di blog bagus sekali.

yuniambara said...

Apa yang dikatakan Bapak Herizal Alwi memag benar Pak. Tapi kebenaran yang bapak sampaikan tersebut itu dari sisi mana? Kalau agama itu sangat tepat. Tapi kalau sisi kesehatan, tunggu dulu pak. Sekarang memang banyak remaja kita melakukan hal yang kurang terpuji. Siapa yang patut disalahkan ya. Remajanya apa si orang tua yang suka mengajarkan kebaikan di balik sikap kebohongan yang dilakukannya. Ini perlu dicermati bersama.

Sari said...

Yuni Ambara :

Semoga pak Herizal Alwi mampir lagi ke blog saya, sehingga bisa menjawab komentar yang telah disampaikan.

Saya pribadi kurang paham maksud pertanyaan Anda, mengenai "sisi kesehatan, tunggu dulu pak" dan " orang tua yang mengajarkan kebaikan dibalik sikap kebohongan yang dilakukannya".

Mengenai sisi kesehatan sudah sangat jelas, pelaku seks bebas sangat beresiko menderita penyakit menular seksual. Oleh karena itu sangat tidak dianjurkan! Seks sebaiknya hanya dilakukan dengan satu orang yakni suami/istri saja.

Sebagai penulis artikel di atas, saya merasa tidak membahas mengenai kebohongan yang dilakukan orang tua . Bisa berikan contoh kasusnya yang berkaitan dengan artikel di atas ?

Anonymous said...

punya data tentang kasus sexs bebas di Indonesia gak bu?

Sari said...

@ Anonymous : ada pak, silahkan cek di http://www.kpai.go.id/publikasi-mainmenu-33/beritakpai/119-32-persen-remaja-indonesia-pernah-berhubungan-seks.html

Post a Comment

No spam comments! .