Bayi susah BAB, penyebab dan cara mengatasinya

Share

Bila Anda adalah Ibu muda yang memiliki bayi yang mendadak mengalami susah Buang Air Besar (BAB), kekhawatiran Anda adalah hal yang wajar. Konstipasi atau sembelit pada bayi adalah suatu kondisi yang kerap terjadi dimana tinja bayi menjadi lebih keras dari biasanya. Konstipasi pada bayi tentu membuat Anda dan bayi Anda sedih. Simak beberapa gejalanya, kemungkinan penyebabnya dan cara mengatasinya berikut ini.

Apa saja gejalanya ?

- bayi menangis atau rewel karena merasa kesakitan karena sulit BAB
- nyeri di sekitar anus
- perut kembung
- bayi muntah
- berat badan tidak naik (dilihat dari kurva pertambahan berat badan perbulannya)
- bila diraba perutnya terasa keras
- tinja keras yang terkadang disertai bercak darah.
Apabila terdapat darah segar pada bagian luar tinja umumnya hal ini dikarenakan ada luka pada anusnya. Gesekan tinja yang keras melukai permukaan anus dan terbawa oleh tinja.

Image credit : allaboutparasites.com

Apakah penyebabnya ?

- Faktor susu
Bayi yang mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) akan sangat jarang sembelit karena ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi karena lebih mudah dicerna. Pada ASI terdapat beberapa bakteri baik yang dapat mengurai protein susu yang sulit dicerna sehingga tinja bayi lebih lembut yang membuat buang air besar lebih mudah. Bayi yang hanya mengkonsumsi ASI bisa 3 - 5 hari tidak buang air besar. Hal ini wajar karena ASI diserap tubuh dengan baik, sehingga kotoran yang dihasilkan sangat sedikit.

Sementara karena hal tertentu cukup banyak Ibu yang tidak mampu memberikan ASI ekslusif kepada bayinya,sehingga mau tidak mau hanya susu formula pilihannya. Ketika usia bayi berusia 4 bulan juga biasanya para ibu ada yang mulai mengganti atau mencampur ASI dengan susu formula sebagai tambahan.

Bayi yang mendapatkan susu formula memiliki kecenderungan mengalami masalah susah BAB karena kandungan lemak dan protein pada susu formula tidak seimbang. Selain itu karena kandungan kalsium dan fosfor yang terlalu tinggi menyebabkan air pada tinja terserap ke dinding - dinding usus yang menyebabkan tinja bayi menjadi keras. Pilihan susu yang tidak tepat serta kadar keenceran susu yang tidak tepat juga dapat menyebabkan tinja si kecil menjadi keras sehingga mengalami susah BAB.


- Sistem pencernaannya belum sempurna
Sulit BAB pada bayi kemungkinan juga terjadi ketika bayi mulai diberikan makanan pendamping yang biasanya mulai dikenalkan pada bayi saat berusia 4 bulan. Hal ini mengakibatkan konsistensi tinja berubah menjadi lebih keras yang disebabkan karena sistem pencernaannya belum sempurna dan belum dapat mencerna makanan padat dengan baik.

- Kekurangan cairan atau dehidrasi
Bayi yang mendapat ASI tidak akan dehidrasi karena dapat menyusu langsung dan mendapatkan ASI sesuai kebutuhannya. Sementara pada bayi yang mendapatkan susu formula, susu yang didapat terbatas pada banyaknya jumlah susu yang berada di dalam botolnya. Bayi yang mulai mendapatkan makanan padat juga membutuhkan cairan lebih banyak terutama untuk mengolah makanan yang cukup keras seperti wortel. Bila Anda tidak menyeimbangkan makanan padat dan jumlah cairan yang masuk ke tubuhnya, maka hal ini dapat menyebabkan bayi konstipasi.


Bagaimana cara mengatasinya ?




- Bila Anda memberikan susu formula kepada bayi Anda, perhatikan peraturan takaran pengencerannya sehingga didapatkan konsistensi yang tepat dan tidak terlalu kental.

- Mintalah rekomendasi susu formula yang baik dari dokter atau ganti merk susu dengan merk lain yang lebih cocok untuk bayi Anda apabila diperlukan.

- Oleskan minyak bayi di daerah sekitar anus bayi.

- Berikan pijatan lembut disekitar perut bayi dari pusar ke arah luar dengan gerakan melingkar searah jarum jam. Anda bisa menggunakan krim atau minyak pijat bayi yang dapat memudahkan tangan Anda melakukan pijatan dengan lembut.

- Baringkan bayi Anda dalam keadaan telentang dan lakukan gerakan kakinya dengan gerakan mengayuh sepeda di udara. Hal ini dapat membuat otot-otot perut bayi bergerak dan memberikan tekanan lembut di usus besar sehingga memudahkan bayi untuk BAB.

- Usahakan untuk memenuhi kebutuhan sayur dan buahnya setiap hari, bisa diberikan dalam bentuk puree atau jus. Buah yang baik untuk pencernaan si kecil adalah pepaya matang dan agar-agar yang dapat membantu melunakkan tinja sehingga memperlancar BAB. Buah yang sebaiknya dihindari untuk sementara waktu adalah pisang karena dapat memperkeras tinja.



Tulisan di atas hanyalah kutipan saja, silahkan baca artikel saya selengkapnya di
http://informasitips.com/bayi-susah-buang-air-besar-bab-penyebab-dan-cara-mengatasinya




53 comments:

m.ikbal maulidin said...

nama saya ati, umur anak saya 14 bulan udah hampir 1 minggu susah bab. tolong saya minta solusinya karena apa yang ada pada artikel anda semua sudah saya jalani,tetepi masih juga susah bab?

Sari said...

Hi Ati, artikel saya di sini hanyalah sebagian saja, lanjutan artikel bisa dibaca di link yang saya sertakan di atas, kurang lebih isinya sebagai berikut :

- Perhatikan pola makan Anda, apabila masih menyusui. Bila Ibu menyusui kurang banyak mengkonsumsi sayur dan buah yang banyak mengandung serat dan kurang minum air putih, kemungkinan hal ini dapat memicu anak yang disusui memiliki masalah konstipasi.

- Pastikan jumlah cairan anak mencukupi (banyak konsumsi air putih).

Tips tambahan bila kedua cara di atas tidak juga berhasil,

- coba buat larutan perasan jeruk manis dicampur sedikit gula dan air hangat, lalu diminumkan ke bayi. Lalu lakukan pijatan lembut di area perut bayi seperti yang saya tulis di artikel.

- Bila belum berhasil, cara terakhir dari saya coba beli glycerin atau durolax suppositories di apotik yang aman digunakan bayi dan anak kecil. Bentuknya kecil menyerupai lilin, dimasukkan ke anus anak (ingat, tangan harus bersih dan kuku tidak boleh panjang-takut melukai anus anak). Gunanya untuk melumasi dinding anus agar tinja dapat keluar dengan lancar.

Tinja yang tersimpan dalam satu minggu di dalam perut anak pasti sekarang akan sulit untuk dikeluarkan karena mulai mengeras dan bila dipaksa dikeluarkan tanpa pelumas ini bisa menyebabkan permukaan anus berdarah. Mudah-mudahan berhasil ya. Sun sayang untuk si kecil.

salam hangat,
Sari

MIN PASAWAHAN said...

maaf,,, saya mau tanya, saya punya bayi perempuan dan sekarang usianya baru 5 bulan, samapi sekarang masih ASI ekslusif belum dicampur dengan makanan apapun, akhir-akhir ini bayi saya mengalami susah BAB dah 4 hari. apa yang harus saya lakukan. terima kasih

Sari said...

Min Pasawahan :
Silahkan berikan pijatan lembut di sekitar perutnya,semoga bisa membantu dan kalau belum berhasil juga segera periksakan ke dokter anak.

Seperti yang saya sudah tulis di kolom komentar (persis di atas pertanyaan Min Pasawahan):

"Perhatikan pola makan Anda, apabila masih menyusui. Bila Ibu menyusui kurang banyak mengkonsumsi sayur dan buah yang banyak mengandung serat dan kurang minum air putih, kemungkinan hal ini dapat memicu anak yang disusui memiliki masalah konstipasi."

Salam,
Sari

Qinoy Herlambang said...

wah berguna bgt nih infonya sis..

Sari said...

Terima kasih atas komentarnya dan sudah mampir ke sini ya Qinoy Herlambang.

Erina said...

Nama saya Erina.
Saya punya bayi perempuan berumur 2 bulan. Beberapa minggu ini sering mengalami susah BAB. kadang 3 hari sekali. Senang rasanya ketemu blog ini yang bisa memberikan informasi tentang bayi yang susah BAB hingga saya tidak perlu khawatir berlebihan.
Terima kasih ya, Sis

Sari said...

Sama2 Erina, terima kasih sudah mampir dan komentarnya ya. Saya berusan berkunjung balik ke blog Erina, quotes-nya bagus2 :-) Sun sayang untuk si kecil ya.

fatimah said...

terimakasih banyak, artikelnya sangat berguna perlu saya coba, kebetulan bayi saya lagi susah bab, salam kenal

Sari said...

Salam kenal juga Fatimah, sama - sama..silahkan coba beberapa cara di atas, semoga si kecil tidak susah BAB lagi ya. Saya baru saja berkunjung balik ..blognya bagus, banyak info yg berguna :-)

blog ridwan ok! said...

salam kenal..
saya memiliki anak perempuan 3,5 tahun.. dari kecil hngga sekarang sulit BAB terus BB nya ga naik2, hanya berkisar 10-11 kg saja. padahal sudah cukup makan dan susunya. kira2 apa faktor nya yaa??
tks atas jawabannya.

Sari said...

Salam kenal juga Ridwan,

Mengenai masalah sulit BAB dari kecil hingga sekarang dan berat badan tidak kunjung meningkat kemungkinan anak terkena penyakit Hirschsprung.

Berikut ini sebagian info yang saya kutip dari http://health.okezone.com/read/2013/05/08/483/804310/bayi-sembelit-terus-awas-hirscsprung

" JANGAN abaikan kalau BAYI SERING kembung dan SUSAH BUANG AIR BESAR SEJAK LAHIR, bisa jadi ia terkena hirschsprung. Apa itu?

Penyakit hirschsprung, dikatakan dr. Muzal Kadim Sp.A(K), adalah suatu kelainan bawaan atau gangguan pada usus besar yang sudah terjadi sejak bayi tersebut dilahirkan. “Tepatnya, terdapat gangguan dalam pembentukan saraf di usus besar atau kolon. Padahal, sel saraf ini sangat dibutuhkan dalam pergerakan usus,” katanya.


Saraf terbentuk di usus besar pada minggu ke-8 kehamilan. Sedangkan saraf pada rektum terjadi pada minggu ke-12. Nah, pada anak dengan penyakit hirschsprung, ada beberapa sel saraf – disebut ganglion – tidak terbentuk, atau kalaupun ada, sedikit sekali.

Dalam keadaan normal, bahan makanan yang dicerna bisa berjalan di sepanjang usus karena adanya kontraksi ritmis dari otot-otot yang melapisi usus - disebut gerakan peristaltik. Karena tidak terbentuknya sel saraf tadi, gerakan peristaltik normal tidak terjadi. Akibatnya bagian ujung usus tidak bisa mengeluarkan kotoran yang berada di bagian atas usus. Sehingga lama kelamaan bisa terjadi pelebaran usus di bagian atas.


Komplikasi yang bisa terjadi pada bayi yang mengalami hirschsprung adalah gagal tumbuh yang dipicu oleh BERAT BADAN YANG TIDAK KUNJUNG MENINGKAT, dan mengalami diare setelah dilakukan pencolokan karena lama tidak buang-buang air besar.

Selain itu juga bisa terjadi pertumbuhan bakteri yang cepat (overgrowth bactery) di dalam usus yang disebabkan tinja yang mengumpul dan tidak bisa keluar. Seharusnya mekanisme tubuh terus bergerak secara teratur untuk mengeluarkan bakteri. Bakteri yang tidak bergerak tersebut membuat bakteri jahat akan tumbuh sehingga timbul komplikasi entrokolitis, yaitu peradangan di usus akibat dari bakteri yang tumbuh dan gerakan usus yang tidak normal.

Bila orangtua menemukan gejala-gejala hirschsprung, bayi harus segera dibawa ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Pemeriksaan yang dilakukan terdiri dari amnanesis, pemeriksaan fisik termasuk colok dubur, foto polos abdomen, barium enema, dan biopsi hisap.

Saat pemeriksaan amnanesis dilakukan, dokter akan menanyakan riwayat kelahiran bayi seperti kapan waktu mekonium keluar, kenaikan berat badan, kedaan perut yang kembung dan lain-lain. Setelah itu dilakukan pemeriksaan dengan colok dubur, biasanya terdapat tinja yang menyemprot setelah jari ditarik.

Sebagai pemeriksaan penunjang, biasanya dilakukan foto polos abdomen untuk melihat ada tidaknya pelebaran usus bagian atas, banyaknya udara dan keadaan usus bagian bawah yang menyempit."

Untuk lebih jelasnya silahkan ke link di atas dan hubungi dokter anak Anda. Semoga membantu ya.

wiena said...

salam kenal
nama saya wiena,saya mempunyai putra berusia 16 bulan,saya bingung sudah sebulan ini anak saya mengalami masalah dengan BAB ny,sebenarny BAB ny normal 2 hari sekali,namun yg saya khawatirkan adalah sebulan ini setiap kali BAB kotoran yg keluarnya sangat keras sampai menangis saat mengejan bahkan kadang keluar sdkt darah.sebelumny saya pikir karna susu ny yg tidak cocok,kebetulan dr umur 3 bulan anak saya sudah full minum susu formula dikarnakan sudah tidak mau ASI saya krn masalh puting kecil,dr Umur 3-14bln sya memberikan susu formula yg sesuai dengan usiany n tidak ada masalah,saat usiany 15bln saya memberikan susu yg 1 tingkat lebih naik sesuai dengan usiany dan dengan merk yg sama juga,dan masalahny berawal dr saat itu,saat anak saya mulai mengalami masalh dengan BAB ny akhirny saya ganti susu ny dengan merk yg lain,krn sy pikir mungkin masalh susuny yg tidak cocok or kandunganny yg sudah berbeda,tp ternyta dengan susu yg beda pun masalahny tetap sama,padahal saya sudah memberiny makan dengan sayuran,bubur n selalu diberi buah2an tp tetap saja BAB ny masih keras,jd saya ingin bertanya,apakah BAB keras pada anak bisa berbahaya,n apa solusiny? terimakasih

Sari said...

Salam kenal juga Wiena,

Iya, berbahaya. BAB yang sehat harus mudah dilakukan, tidak perlu mengejan dengan keras dan tidak sampai mengeluaran darah segala. Kalo dilihat pola makan yang mengandung banyak serat dan buah dan sayuran itu sudah bagus, coba lebih banyak berikan air putih ke anak sehingga feses/ kotoran tidak kering jadi mudah dikeluarkan anak. Silahkan coba cara2 mengatasinya yang sudah saya tulis di artikel juga kolom komentar di atas. Untuk informasi lebih lanjut sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak. Semoga membantu ya.

Deff Willson said...

assalamualaikum Wr. Wb.
Perkenalkan nama saya deff, saya punya anak laki laki usia 1,5 bulan, anak saya sebelumnya tidak BAB selama 1 minggu, kemudian saya menggunakan mikrolax untuk mengeluarkan feses, tapi sekarang sudah 4 hari tidak BAB lagi, hanya buang angin saja tiap hari. Pertanyaan saya, bagaimana cara agar anak saya bisa BAB dengan normal..??? Terimakasih

Sari said...

Waalaikumsalam Wr.Wb Deff,

Dari pertanyaan kamu tidak jelas apakah anak kamu mendapatkan ASI atau susu formula. Kalau dapat ASI harusnya lancar setiap hari. Tapi terkadang bayi yang dapat ASI BABnya jarang, ini bisa dimaklumi karena ASI diserap sempurna oleh tubuh. Asalkan fesesnya tidak keras, tidak mengejan kuat, bayi tetap ceria dan responsif tidak perlu khawatir.

Kalau anak mendapat susu formula ini bisa dimaklumi, karena ketidak tepatan dalam memilih sufor dan keenceran susu mungkin juga tidak tepat/ terlalu kental.

Untuk mencegah anak kembung dan banyak buang gas, sebaiknya sendawakan anak setiap habis minum susu dengan menepuk-nepuk punggungnya dengan lembut,

Silahkan baca artikel saya di atas dan juga balasan di kolom komentar untuk lebih jelasnya. Semoga membantu ya. Kalau masih tetap bernasalah sebaiknya konsultasikan ke dokter anak.

afif bimantara said...

assalammualaikum wr wb
perkenalkan nama saya afif..saya mempunyai anak laki umur 7 bulan susah BAB..sdh dibawah kdokter dikasih lacto b dan obat pencahar dan disaranin sufornya diganti soya...setalah saya ikutin sran dokter tersebut 4 hari bab anak saya lancar...tapi setelah hari ke 5 bab nya kembali tidak lancar...kira2 knp dengan pencernaan anak saya?dan apa yang hrs dilakukan supaya bab lancar?makasih sebelumnya

Widasari Saraswati said...

Waalaikumsalam Wr Wb Afif,

Coba dilihat lagi takaran pengencerannya sudah tepat atau belum, sebaiknya tidak terlalu kental / encer. Jumlah makanan padat yang masuk sebaiknya seimbang dengan jumlah cairan yang masuk ke tubuhnya, perbanyak minum air putih. Banyak berikan puree buah dan sayuran, bisa juga dalam bentuk jus. Jika masih bermasalah juga saran saya segera konsultasikan dengan dokter anak. Semoga membantu dan si kecil tidak susah buang air besar lagi ya.

Booking Hotels Bali said...

Infonya sangat bermanfaat, saya coba untuk si bayi saya

Yogyakarta Hotels said...

Informasi yang menarik

Ennie Phulez said...

Assalamu'alaikum,
Salam kenal,nama saya eni.bayi saya baru berumur 26hari,saat ini agak rewel mungkin karena susah bab dr kemarin pagi,bayi saya minum asi+formula,untuk kenceran sudah sesuai dengan aturan pakai,saya sudah mencoba 3cara diatas yaitu mengoles baby oil dekat anus,ayun kaki seperti bersepeda & memijat pelan daerah sekitar pusar kearah keluar,tetapi masih belum bereaksi.mohon infonya agar bab bayi saya lncar kembali.thanks

Widasari Saraswati said...

Waalaikumsalam wr wb Ennie,

Saran saya kalau ASI masih keluar, sebaiknya jangan selingi pemberian ASI dengan susu formula. Terus berikan ASI saja yang merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mudah dicerna. Pada susu formula kandungan lemak dan proteinnya tidak seimbang dan bayi baru lahir sulit mencerna susu formula karena sistem pencernaannya belum sempurna.

Mudah2an dengan 100% pemberian ASI bayi Ennie BABnya lancar kembali. Kalau masih juga mengalami sulit BAB saran saya segera periksakan bayi ke dokter anak. Semoga membantu.

Salam,
Sari

Anonymous said...

Hanya sekedar berbagi...
Anak saya dulu juga mengalami masalah dengan bab nya. Semenjak MP ASI ,BAB anak saya selalu ngeden, sampai keringat dingin keluar, wajah merah dan menangis hebat padahal tekstur fesesnya tidak terlalu keras karena anak saya cukup makan sayur dan buah, air putih pun dia demen. Umur 7 bulan saya bawa ke DSA... Dikasih semacam obat pencahar tidak ada pengaruh... Diperiksa jug tidak ada masalah di perutnya. Saya coba kembali ke DSA di sebuah rumah sakit swasta di jogja, dan diberi resep LACTO-B, saat itu agak berhasil tapi lama lama ga mempan pada anak saya kemudian saya kembali ke DSA yang lain dan memaksa untuk melakukan rontgen pada anak saya, tapi dokter bilang tidak ada masalah pada anak saya dan kami pulang tanpa hasil... Hari hari terus saya jalani dengan anak saya yang susah BAB sampai anak saya 14 bulan.Frekuensi BAB anak saya juga bermasalah, kadang sampai 1 minggu tidak BAB, jadi terpaksa saya pakai mik**lak baru bisa keluar, bahkan sampai anusnya berdarah karena memang pertama ukuran fesesnya besar dan agak keras, selanjutnya lembek. Berbagai cara yang telah saya coba adalah:
1. Memberikan serat dari sayur dan buah.
2. Memberikan air putih.
3. Karena masih ASI, saya juga menambah konsumsi berbagai sayur dan buah yang mengandung serat tapi malah saya yang (maaf) m*ncr*t.
4. Pijat bayi, dan saya pijat sendiri dengan tehnik I love you dan kayuh sepeda di udara.
5. Prinsip 3 F (Fitnes, Fluid dan Fiber) juga tidak kurang kurangnya saya lakukan.
6. Mecoba dengan air gula.
7. Memberikan agar-agar.
8. Memberikan cairan kloropil.
9. Memberikan kanji seperti artikel yang saya baca, sampai kasihan memberikan anak saya cairan kanji mentah karena anak saya belum mengkonsumsi sufor selain itu dia juga tidak doyan susu selain ASI, dan itu juga tidak berhasil juga,.
10. V*** bl*nd dan F****bl*nd Jr juga saya coba dan membuahkan hasil tapi kata dokter itu bukan faktor utama yang melancarkan BAB anak saya dan dia tidak menyarankan karena itu hanyalah iklan nya saja.
Sampai paada akhirnya faktor inilah yang paling berhasil untuk anak saya..........Terakhir kami periksa lagi ke RS dan bertemu dengan DSA serta berkonsultasi. Akhirnya kami pun pulang tanpa diberi resep obat apapun tapi kami pulang dengan membawa pengertian baru yang sangat berharga. Yaitu selama ini ternyata anak saya makan nya terlalu halus. Untuk seumuran anak saya (14 bulan) harus sudah mengkonsumsi makanan kasar seperti nasi dan lauk pauknya untuk melatih ususnya. Memang selama ini saya memberikan makanan lembek maksimal bubur nasi kepada anak saya dengan harapan mudah dicerna dan mudah pula BAB nya. Tetapi ternyata pemahaman saya itu salah. DSA ini juga memberikan tips toilet trainning yang tepat. Melatih anak saya jongkok. Memang selama ini belum saya lakukan karena saat BAB dia masih saya pangku (istilah jawanya di tatur). Meskipun sulit dilakukan tetapi tetap saya coba, anak saya sambil menangis tetap jongkok waktu BAB. Dan puji Tuhan akhirnya sekarang anak saya bisa BAB dengan lancar. Itulah sekedar pengalaman yang mungkin berguna bagi yang membutuhkan..
Salam hangat..........


Widasari Saraswati said...

Hi Anonymous, terima kasih sudah mampir ke blog saya dan bersedia meluangkan waktunya untuk menulis pengalamannya langsung dalam mengatasi BAB pada anak. Tentu info ini sangat bemanfaat bagi orang2 yang memiliki anak2 yang susah BAB. Sekali lagi, terima kasih ya :-)

Salam hangat,
Sari

Mahdawi M said...

assalamu'alaikum wr.wb
Salam kenal.nama saya lena.bayi saya berumur 41 hari,sudah 5 hari dia tidak bab,sering buang angin ,bayi saya minum asi+formula(kadang2),untuk keenceran sudah sesuai aturan pakai,apakah ini berbahaya ?mohon infonya agar bab bayi saya lancar kembali

Widasari Saraswati said...

Waalaikumsalam wr.wb,

Salam kenal Lena. Untuk mencegah anak kembung dan banyak buang angin, sebaiknya sendawakan anak setiap habis minum susu dengan menepuk-nepuk punggungnya dengan lembut.

Saran saya kalau bisa sebaiknya jangan selingi pemberian ASI dengan susu formula. Terus berikan ASI saja yang merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mudah dicerna. Pada susu formula kandungan lemak dan proteinnya tidak seimbang dan bayi baru lahir sulit mencerna susu formula karena sistem pencernaannya belum sempurna. Mudah2an dengan 100% pemberian ASI bayi kamu BABnya lancar kembali.

Silahkan coba cara2 mengatasi anak sulit BAB yang sudah saya tulis di artikel dan baca juga kolom komentar di atas. Semoga membantu ya. Kalau masih juga mengalami sulit BAB saran saya segera periksakan bayi ke dokter anak. Semoga membantu.

Vera said...

Assalamu'alaikum..

blog ini sangat bermanfaat.
anakku skrg 9 bulan, udh 1 minggu pupnya keras sekali.
saya akan coba saran di atas.

Terimakasih banyak

Widasari Saraswati said...

Waalaikumsalam wr.wb,

Salam kenal Vera, terima sudah mampir ke blog aku. Alhamdulillah kalau blog ini bermanfaat, semoga saran-saran di atas berhasil dan pupnya si kecil tidak keras lagi ya.

Salam,
Sari

Widasari Saraswati said...

Retno Loren,

Terima kasih sudah mampir ke blog saya lagi dan bersedia meluangkan waktunya untuk menulis pengalamannya langsung dalam mengatasi BAB pada anak di atas. Tentu info dari Retno sangat bemanfaat bagi orang tua yang memiliki anak-anak yang susah BAB. Sekali lagi, terima kasih ya :-)

Kimi Aysa said...

ia bener bgt tuh mba sari, kemungkinan besar si ibu kurang minum air putih, kaya yg lagi aku alamin sekarang, si bayi jadi gelisah terus gak nyenyak tidur udah 2hari gag bab.
btw ini sama istrinya sodara mba,jaya di bdg mba.kebetulan lg googling anak susah bab eh ketemu sama blognya mba sari.salam kenal yah :)

Widasari Saraswati said...

Hi Kimi, salam kenal juga. Terima kasih sudah mampir ke blog aku dan kasih komentar di sini ya. Iya, sebaiknya minum air putih yang cukup dan coba cara2 yang aku tulis di atas supaya gak susah BAB lagi. Peluk cium dari kita sekeluarga untuk Kimi, Jaya dan si kecil :-)

reza said...

mau tanya nih.. anakku berumur 8bln... BABnya keras sekali sehingga bisa 5hari ga BAB.. dikarenakan Waktu umur 6bln sudah di ksh mknan tambahn .. susunya SGM... konsultasi ke doktr susu di ganti S-26,tapi tetap BABnya keras sekali... gimana solusinya biar BABnya tiap hari ? Terimakasih

Widasari Saraswati said...

Hi Reza ...silahkan coba semua cara yang aku tulis di artikel dan di kolom komentar, juga masukan dari pembaca blog ini. Mulai dari perhatikan takaran pengenceran susu formula, pemberian cairan/air putih yang memadai supaya feses/kotoran tidak kering dan keras, pemberian sayur dan buah yang cukup, berikan pijatan lembut dll. Mudah2an cara di atas bisa membantu anak kamu untuk lancar BABnya..kalau masih bermasalah juga coba konsultasi dengan dokter anak lain, minta pendapat/masukan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Software Downloads Full said...

makasi mbak untuk tipsnya..

Puji Sigap said...

Saya mau Tanya kenapa anak saya bab nya tidak rut in minimal 1 hari sekali padahal konsumsi Asinya bag us me many sesekali says kasi tambahan formula,APA karna ITU bab anak says tidak lancar...... padahal kalo bab tidak keras/mencret.... INI sudah 3 hari belum bab usianya 26 hari, mohon diberikan tips beat masalah anak saya,trimakasih buat saranya.....

Widasari Saraswati said...

Hi Software Downloads Full :
Sama2, terima kasih kunjungannya ya. Salam sukses!

Widasari Saraswati said...

Hi Puji, salam kenal,

Selama anak kamu sehat dan tidak menunjukkan adanya keluhan lain seperti rewel/banyak menangis karena sembelit atau konstipasi, demam, fesesnya keras dan kering, terdapat darah pada fesesnya, mengejan saat BAB dan perut kembung tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Seiring pertambahan usia, usus bayi berkembang lebih sempurna dan dapat menyerap ASI lebih baik, hal ini yang menyebabkan frekuensi BABnya berkurang.

Saran aku, tidak perlu kasih tambahan formula.. berikan ASI saja ke bayi kamu. Jangan lupa sendawakan bayi setelah habis minum ASI supaya perutnya tidak kembung dan pijat lembut perutnya secara teratur agar aliran ke usus besarnya selalu lancar.

Semoga membantu ya.

Salam,
Sari

Anonymous said...

Aslm..
Nama sy rina,sy mempunyai bayi brusia 4bulan,udh 1 minggu ini dia belum BAB,bayi sy sdh sy kash makan nestle,pertanyaan sy,apa yg menyebabkan bayi sy belum BAB??? Bagaimana cara mengatasinya??? Trmksh

Widasari Saraswati said...

Waalaikumsalam Rina, salam kenal dan terima kasih sudah mampir ke blog aku ya..

Sudah kasih makan Nestle? maksudnya Rina sudah kasih makan bubur bayi Nestle ke bayi Rina yang baru berusia 4 bulan?

Bisa jadi ini penyebab dia mengalami susah BAB. Hal ini dikarenakan bayi dibawah usia 6 bulan sistem pencernaannya masih belum sempurna, oleh karena itu diajurkan para ibu memberikan ASI ekslusif untuk bayi sampai berusia 6 bulan.

Setelah usia 6 bulan baru anak dikenalkan dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Cara mengatasinya bisa dibaca di artikel di atas, menunda pemberian MPASI, perhatikan pemberian cairan/air putih yang memadai supaya feses/kotoran tidak kering dan keras, pemberian sayur dan buah yang cukup, berikan pijatan lembut dll.

Mudah2an cara di atas bisa membantu anak kamu untuk lancar BABnya..kalau masih bermasalah juga coba konsultasi dengan dokter anak lain, minta pendapat/masukan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kapan sebaiknya memberikan MPASI ke anak, silahkan baca artikel di bawah ini :

* Kuman mudah masuk sehingga peluang sakit lebih besar.
Pada usia di bawah 6 bulan, daya imunitas bayi belum sempurna. Dengan memberikan makanan sebelum usia 6 bulan, berarti membuka kesempatan bagi kuman-kuman untuk masuk ke dalam tubuh si kecil. Apalagi bila makanan yang diberikan tidak terjamin kebersihannya. Begitu pun dengan alat-alat makan yang digunakan, bila tidak disterilisasi dengan benar akan menimbulkan gangguan kesehatan pada bayi.

Berbagai penelitian menunjukkan, bayi yang mendapatkan makanan sebelum usianya 6 bulan ternyata banyak mengalami diare, batuk-pilek, SEMBELIT, demam, ketimbang bayi yang mendapatkan ASI eksklusif.

* Berpeluang alami alergi makanan.
Sel-sel di sekitar usus pada bayi berusia di bawah 6 bulan belum siap untuk menghadapi unsur-unsur atau zat makanan yang dikonsumsinya. Alhasil, makanan tersebut dapat menimbulkan reaksi imun, sehingga dapat terjadi alergi akibat makanan yang dikonsumsinya. Sebaliknya, bayi yang diberi MPASI setelah 6 bulan, risikonya untuk mengalami alergi akibat makanan lebih rendah.

* Berpeluang obesitas.
Proses pemecahan sari-sari makanan dalam tubuh bayi belum sempurna, sehingga bila bayi diberi MPASI sebelum usia 6 bulan, ia berpeluang mengalami obesitas. Pemberian MPASI sebelum usia 6 bulan sering dihubungkan dengan meningkatnya kandungan lemak dan berat badan.

* Sulit dicerna dengan baik.
Bayi di bawah 6 bulan memiliki sistem pencernaan yang belum sempurna. Asupan lain disamping ASI membuat organ ini terpaksa bekerja ekstrakeras demi mengolah dan memecah makanan yang masuk.

Nah, karena dipaksa bekerja keras, makanan pun tak dapat dicerna dengan baik. Ujung-ujungnya, timbul reaksi/gangguan pencernaan seperti KONSTIPASI atau timbulnya gas. Sementara, sistem pencernaan relatif sempurna dan siap menerima MPASI pada usia 6 bulan ke atas. Karena itulah, menunda memberikan MPASI hingga usia bayi 6 bulan justru memberi kesempatan kepada sistem pencernaan agar dapat berkembang matang terlebih dahulu. Secara psikologis pun, umumnya bayi siap mendapatkan MPASI pada usia sekitar 6 bulanan.

Sumber : http://www.tabloid-nakita.com/read/1896/bila-mpasi-diberikan-terlalu-dini-

Muhammad Rafi'i Rusydi said...

Assalamu'alaikum
Anak kami yang sekarang berusia 2bulan sudah 5hari ini tidak BAB
Yang sebelumnya mengalami hal yang sama yaitu 4hari tidak BAB padahal dari lahir konsumsinya hanya asi saja dan walaupun begitu anak kami tidak rewel aktifitasnya biasa saja tapi kami merasa khawatir untuk itu mohon saran dan solusinya akan hal ini. Terima kasih

Wassalam
Ummu Mu'adz

Widasari Saraswati said...

Waalaikumsalam Ummu Mu'adz,

Kalau hanya ASI saja dan masih juga bermasalah, coba perbanyak makan makanan yang mengandung serat seperti buah (misalnya pepaya) dan sayuran. Makanan yang sehat dan seimbang dan banyak mengandung serat dapat meningkatkan kualitas ASI.

Silahkan coba juga saran lain seperti yang aku tulis di artikel seperti pijatan teratur di perut bayi dengan lembut dan yang lainnya .

Semoga saran di atas bisa membantu. Kalau masih susah BAB juga segera periksakan ke dokter anak.

Salam,
Sari

Anonymous said...

Hai nama sy vika,sy punya bayi berusia 4bulan,sudah seminggu dia tidak BAB,1kali sy kasi dia bubur sun & selebihnya asi.tapi anak sy tidak rewel atau menangis terus.terus apa yg menyebabkan anak sy sulit BAB?? Cara pijat dari pusar & anus di kasi minyak baby sudah sy lakukan tp belum kunjung BAB.apa ada solusi lain?? Trmksh

Widasari Saraswati said...

Hi Vika, solusi yang bisa aku berikan adalah hentikan pemberian bubur bayi. Hal ini dikarenakan bayi dibawah usia 6 bulan sistem pencernaannya masih belum sempurna, oleh karena itu diajurkan para ibu memberikan ASI ekslusif untuk bayi sampai berusia 6 bulan.

Setelah usia 6 bulan baru anak dikenalkan dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Coba Vika perbanyak makan makanan yang mengandung serat seperti buah (misalnya pepaya) dan sayuran. Makanan yang sehat dan seimbang dan banyak mengandung serat dapat meningkatkan kualitas ASI.

Mudah2an solusi di atas bisa membantu bayi kamu untuk lancar BABnya. Kalau cara2 di atas tidak berhasil, segera hubungi dokter anak.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kapan sebaiknya memberikan MPASI ke anak, silahkan baca artikel di bawah ini :

* Kuman mudah masuk sehingga peluang sakit lebih besar.
Pada usia di bawah 6 bulan, daya imunitas bayi belum sempurna. Dengan memberikan makanan sebelum usia 6 bulan, berarti membuka kesempatan bagi kuman-kuman untuk masuk ke dalam tubuh si kecil. Apalagi bila makanan yang diberikan tidak terjamin kebersihannya. Begitu pun dengan alat-alat makan yang digunakan, bila tidak disterilisasi dengan benar akan menimbulkan gangguan kesehatan pada bayi.

Berbagai penelitian menunjukkan, bayi yang mendapatkan makanan sebelum usianya 6 bulan ternyata banyak mengalami diare, batuk-pilek, SEMBELIT, demam, ketimbang bayi yang mendapatkan ASI eksklusif.

* Berpeluang alami alergi makanan.
Sel-sel di sekitar usus pada bayi berusia di bawah 6 bulan belum siap untuk menghadapi unsur-unsur atau zat makanan yang dikonsumsinya. Alhasil, makanan tersebut dapat menimbulkan reaksi imun, sehingga dapat terjadi alergi akibat makanan yang dikonsumsinya. Sebaliknya, bayi yang diberi MPASI setelah 6 bulan, risikonya untuk mengalami alergi akibat makanan lebih rendah.

* Berpeluang obesitas.
Proses pemecahan sari-sari makanan dalam tubuh bayi belum sempurna, sehingga bila bayi diberi MPASI sebelum usia 6 bulan, ia berpeluang mengalami obesitas. Pemberian MPASI sebelum usia 6 bulan sering dihubungkan dengan meningkatnya kandungan lemak dan berat badan.

* Sulit dicerna dengan baik.
Bayi di bawah 6 bulan memiliki sistem pencernaan yang belum sempurna. Asupan lain disamping ASI membuat organ ini terpaksa bekerja ekstrakeras demi mengolah dan memecah makanan yang masuk.

Nah, karena dipaksa bekerja keras, makanan pun tak dapat dicerna dengan baik. Ujung-ujungnya, timbul reaksi/gangguan pencernaan seperti KONSTIPASI atau timbulnya gas. Sementara, sistem pencernaan relatif sempurna dan siap menerima MPASI pada usia 6 bulan ke atas. Karena itulah, menunda memberikan MPASI hingga usia bayi 6 bulan justru memberi kesempatan kepada sistem pencernaan agar dapat berkembang matang terlebih dahulu. Secara psikologis pun, umumnya bayi siap mendapatkan MPASI pada usia sekitar 6 bulanan.

Sumber : http://www.tabloid-nakita.com/read/1896/bila-mpasi-diberikan-terlalu-dini-

Paras Cantik said...

Terima kasih, saya mampir kesii karena anak saya sedang mengalami tidak bab sampai 3 hari

Widasari Saraswati said...

Terima kasih sudah mampir dan komentarnya ya :-)

Darmendra endra said...

Hai nama saya Yati. saya punya bebi umur 6 bln. akir2 ini sering susah bab. dan sekarang bab nya susah lagi. sampai nangis dia ngeluarin bab nya tp tidak keluar juga.

Anonymous said...

hai mba, saya punya bayi berusia 5 bulan 4 hari, tadi pagi saya kasih bubur promina lalu pup sudah sebanyak 4 kali bentuk nya agak keras dan warrna hijau tua, lalu saya kasih pisang lalu pup nya udah ga keras tetapi tetap berwarna hijau tua, apakah penyebab pup anak saya agak keras ya? apa karena pisang atau bubur promina, perlu diketahui sudah 4 hari anak saya dikasih pisang. trims

Widasari Saraswati said...

Hai Yati, terima kasih sudah berkunjung ke blog aku. Silahkan coba saran-saran yang sudah aku aku tulis di artikel di atas agar si kecil tidak punya masalah susah BAB lagi. Kalau sudah dicoba saran-sarannya dan belum juga berhasil, segera konsultasikan dengan dokter anak.

Widasari Saraswati said...

Anonymous : Menurut saya kemungkinannya karena bubur dan pisang yang diberikan. Para dokter dan ahli gizi menyarankan agar bayi sebaiknya tidak mendapatkan makanan tambahan apapun selain ASI sampai sistem pencernaanya sempurna di usia 6 bulan.

Buah-buahan dan makanan yang lunak bisa dikenalkan ke bayi secara bertahap setelah melewati usia 6 bulan. Bila nanti setelah usia 6 bulan masih juga susah BAB, saat sulit BAB sebaiknya hindari/ganti pisang dengan pemberian air jeruk, jus pepaya dan banyak minum air putih karena setahu saya pisang menyebabkan susah BAB.

Mega Mustika said...

Hai,, mbak,,, anak saya berusia 13buln ASI eks sejak lahir hingga saat ini, pada usia 6bln saya berikan sufor s26 gold pada usia 9 bln anak saya pup 2kali sehari dan lembek terkadang berair dan aga menyengat,,, lalu saya tidak memberi dia sufor selama 1bln hanya asi saja,, pupnya 1kali sehari dan tidak berbau menyengat,,, apakah saya harus menggati sufornya,,, sedangkan saya coba sufor yg lain dia tdk mau,, terima kasih banyak mbak

Widasari Saraswati said...

Hi Mega, terima kasih sudah mampir ya. Saran aku sih tidak perlu kasih tambahan sufor kalau ASI kamu masih keluar.

Dhivswaranisa Vatra said...

Waa...terimakasih sekali mbak Sari ini info yg sangat berguna buat saya...saya lagi cemas karna si kecil yg saat ini berusia 6 bln mulai dari pertama kali Mpasi sampai skrg BAB nya 3-4 hari sekali...saya tetap memberikan Asi..kemungkinan karna penyerapan maksimal y?seperti yg di jelaskan di atas...karna saya juga membuat bubur susu nya dari tepung beras dicampur dgn ASI..terimakasih yaa info nya....

Widasari Saraswati said...

Iya, karena penyerapan maksimal Dhivswaranisa Vatra. Salam kenal dan terima kasih komentarnya ya.

Post a Comment

No spam comments! .