Membawa pulang buah hati yang baru saja Anda lahirkan di rumah sakit ke rumah tentu saja merupakan hal yang menyenangkan. Tapi sekaligus bisa jadi hal yang mendebarkan dan menakutkan bagi orang tua baru yang belum memiliki pengalaman merawat bayi baru lahir.
Bayi yang baru saja dilahirkan membutuhkan banyak hal, mulai dari pemberian Air Susu Ibu (ASI), penggantian pakaian, mandi, tali pusat, sampai penggantian popok bayi. Sementara beberapa masalah umum yang terjadi pada bayi adalah bayi sering menangis, kerak kepala, ruam popok dan lain sebagainya. Selain dibutuhkan kesabaran dalam merawat bayi baru lahir, Anda juga perlu memiliki pengetahuan agar Anda percaya diri dan mengetahui dengan baik cara melakukannya.
 |
| Image credit : hiren.info |
Apabila Anda adalah wanita yang sedang mengandung anak pertama atau ibu muda yang baru saja melahirkan, yuk simak beberapa panduan perawatan dasar bayi baru lahir berikut ini :
1. Penggantian popok
Jenis popok pada umumnya terbagi 2 :
- Popok kain
Jenis popok tradisional ini selain harganya relatif murah, juga hemat karena bisa dipakai ulang. Popok ramah lingkungan ini dapat mengurangi beban bumi akibat penggunaan popok sekali pakai berbahan plastik yang susah untuk diurai.
Bayi baru lahir biasanya akan lebih sering buang air besar, terutama bayi yang minum ASI bisa sampai lebih dari 10 kali setiap harinya. Anda harus siap mengganti popok bayi setiap kali basah karena air seni dan tinja bayi dapat merembes keluar kain sehingga cucian Anda dapat menumpuk.
- Popok sekali pakai
Lebih mahal karena lebih praktis dibandingkan popok kain. Ketika si kecil buang air kecil atau besar Anda hanya perlu membuka pita perekatnya dan langsung dibuang. Popok tidak perlu dibersihkan. Popok jenis ini dilengkapi gel penyerap yang dapat menampung air seni bayi beberapa kali bayi buang air kecil. Ganti popoknya bila terlihat mulai penuh untuk mencegah terjadinya ruam popok atau iritasi di sekitar area popok. .
Memilih popok kain atau sekali pakai keputusannya ada di tangan Anda sebagai orang tua. Yang penting adalah Anda memahami teknik mengganti popoknya. Pada awalnya mungkin akan terasa sangat canggung, tapi seiring waktu Anda akan mahir menguasai keterampilan ini.
Sediakan tissue basah atau lap kain, baskom plastik untuk membasuh bokong bayi, handuk lembut, krim untuk mencegah iritasi dan popok yang bersih. Buka pakaian bayi agar tidak kotor.
Lepaskan popok, angkat kedua kaki bayi Anda sehingga bokongnya terangkat dan usap dengan lembut dengan tissue basah atau lap kain. Untuk mencegah infeksi sebaiknya untuk bayi perempuan usap dari bagian depan ke belakang menjauhi vagina. Basuh bokong bayi dan alat kelamin juga selangkangannya dengan air bersih di baskom yang sudah Anda sediakan sampai benar-benar bersih, lalu keringkan dengan handuk yang lembut.
Setelah betul-betul kering, oleskan krim untuk mencegah iritasi atau ruam popok di bokong dan selangkangan bila diperlukan dan pakaikan bayi Anda popok yang bersih. Ingat, sangat penting untuk mengganti popok bayi Anda yang basah oleh tinja sesegera mungkin dengan popok yang kering untuk mencegah terjadinya iritasi.
2. Tali pusat
Pada umumnya tali pusat akan putus dengan sendirinya ketika bayi berusia 2 minggu. Biarkan tali pusat dalam keadaan terbuka atau terkena angin. Hindari menggosoknya saat memandikan bayi Anda atau mengoreknya, keringkan dengan baik setelah Anda memandikan bayi dan bila diperlukan untuk membersihkannya Anda bisa menggunakan alkohol 70 %.
3. Perawatan mata
Usap kedua mata buah hati Anda dengan bola kapas bersih yang sudah dibasahi oleh air matang atau tissue basah. Lakukan usapan pada kelopak mata bayi dari dalam ke sudut luar.