Masalah kejang demam pada anak

Share

Kejang pada anak merupakan hal yang ditakutkan oleh para orang tua. Banyak orang tua yang cemas ketika mendapatkan anak - anak mereka demam tinggi disertai kejang. Walaupun demikian, kejang demam tidak perlu Anda khawatirkan, karena jarang membahayakan bagi anak.

Simak lebih lanjut artikel ini untuk mengetahui informasi secara mendalam mengenai kejang demam.


Image credit : health.com


Apa penyebabnya ?

Penyebab pastinya belum diketahui, kejang sendiri atau yang dikenal juga dengan istilah step terjadi karena kontraksi otot yang berlebihan yang tidak bisa dikendalikan dalam waktu tertentu. Biasanya kejang demam terjadi pada anak karena peningkatan suhu tubuh yang cukup meninggi biasanya di atas 38,5ºC.

Demam biasanya terjadi ketika tubuh mengalami infeksi (baik virus atau bakteri), misalnya infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran pencernaan, infeksi saluran kemih dan radang telinga. Kejang demam juga bisa terjadi karena faktor keturunan pada anak yang memiliki riwayat kejang pada keluarga (orang tua dan saudara kandung).


Apa saja jenis kejang demam ?

Pada umunya terbagi dua, yakni :

1. Kejang demam sederhana terjadi apabila kejang demam berlangsung singkat, kurang dari 15 menit dan biasanya akan berhenti sendiri. Kejang berbentuk umum tonik tanpa gerakan fokal. Kejang tidak terjadi berulang kali dalam waktu 24 jam.

2. Kejang demam kompleks terjadi apabila kejang demam berlangsung lebih dari 15 menit, kejang fokal pada salah satu sisi bagian tubuh (kanan atau kiri saja), kejang berulang kali terjadi atau lebih dari satu kali dalam 24 jam.


Siapa yang terserang ?

Bisa dialami semua anak, kejang demam dialami 2 - 3 % anak - anak. Biasanya terjadi pada anak usia 6 bulan sampai dengan 5 tahun, tergantung dari toleransi masing - masing anak terhadap demam. Pada anak yang memiliki toleransi rendah, maka demam pada suhu tubuh 38ºC sudah bisa membuatnya kejang. Sementara pada anak yang toleransinya normal, kejang terjadi pada anak yang memiliki suhu tinggi mencapai 39ºC atau lebih.


Apa ciri - ciri anak kejang demam ?

- Tubuh nampak kaku
- Terjadi gerakan - gerakan kejut dari tangan dan kaki
- Punggung melengkung
- Gigi terkatup
- Bola mata mendelik/terbalik ke atas
- Keluar banyak air liur atau busa dari mulut
- Pada kasus yang berat disertai kehilangan kesadaran


Apa akibat atau resiko yang mungkin terjadi ?

Ada kemungkinan anak yang pernah terkena kejang, bisa mengalami kejang lagi. Pada umumnya kejang demam yang berlangsung kurang dari 5 menit tidak membahayakan dan tidak menyebabkan rusaknya sel - sel otak anak. Biasanya setelah kejangnya berhenti anak akan tertidur dengan lelap.

Tetapi apabila kejang terjadi lebih dari 5 menit dan sering terjadi, hal ini dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan otak yang berpengaruh pada menurunnya tingkat kecerdasan dan anak tidak berkembang secara optimal. Hal ini karena setiap kejang anak akan mengalami kerusakan sel karena terhambatnya aliran oksigen ke otak.



Bagaimana cara mengatasinya :


Hal yang sebaiknya dilakukan orang tua apabila anak demam

- Orang tua tetap tenang dan tidak panik.

- Ukur suhu tubuh anak dengan teratur. Jika hasilnya menunjukkan angka 36ºC - 37,5ºC artinya suhu tubuh masih normal. Jika lebih dari 37,5ºC maka kemungkinan anak terkena demam. Jika sampai 39ºC berarti dia sudah demam tinggi.

- Coba turunkan suhu tubuhnya dengan mengompres anak dengan handuk kecil yang dibasahi dengan air biasa atau air hangat (bukan dengan air es karena akan mengakibatkan anak menggigil). Hal ini untuk menurunkan suhu di permukaan tubuhnya karena panas tubuh digunakan untuk menguapkan air pada kompres.

- Jangan berikan segera makanan atau minuman segera setelah kejang behenti. Tunggu sampai anak benar - benar sadar orang tua bisa memberikan banyak berikan air putih, makanan berkuah atau buah - buahan yang banyak mengandung air untuk menggantikan cairan tubuh yang menguap akibat suhu tubuh tinggi.

- Cukup banyak orang tua yang justru menyelimuti anak dengan selimut tebal dan mendekap anak ketika demam. Hal ini tidak disarankan karena justru akan meningkatkan suhu tubuhnya.

- Sebagai pertolongan pertama anak dapat diberikan obat penurun panas seperti parasetamol dan Ibuprofen. Ini dimaksudkan untuk mencegah supaya jangan sampai anak mengalami demam tinggi yang bisa berakibat kejang.


Hal yang sebaiknya dilakukan orang tua apabila anak kejang

- Kendorkan atau longgarkan pakaian anak.

- Keluarkan segala sesuatu yang mungkin masih ada dalam mulut anak.

- Posisikan terlentang dengan kepala miring. Hal ini agar anak tidak tersedak air liur / muntahnya dan tersumbat saluran napasnya. Air liur yang banyak keluar ini terjadi karena syaraf yang mengatur kelenjar air liur tidak terkontrol. Bersihkan muntahan atau air liur yang keluar dari mulutnya.

- Jangan memasukkan apapun ke mulutnya agar tetap terbuka dengan mengganjal sesuatu di antara giginya misalnya sendok ke dalam mulut karena dapat menyebabkan gigi anak patah.

- Jangan memberikan obat atau minuman ketika anak masih kejang. Untuk menghindarkan bahaya tersedak, sebaiknya tunggu sampai anak benar - benar sudah sadar.




Tulisan di atas hanyalah kutipan saja, silahkan baca artikel saya selengkapnya di

http://informasitips.com/kejang-demam-pada-anak


Sumber :
http://doktersehat.com/mengatasi-step-stuip-kejang-demam-pada-bayi-dan-balita/
http://www.idai.or.id/kesehatananak/artikel.asp?q=198641315421






0 comments:

Post a Comment

No spam comments! .